Dear Readers...

Dear Readers...
Sebelumnya makasih banyak-banyak buat semua yang udah sempetin mampir ke blog ini,, sebenernya entah apakah blog ini bisa berguna atau ngga buat teman-teman semua atau ngga,, soalnya yang saya tulis disini cuma sekedar apa-apa yang saya pikirin dan rasain,, :) Blog ini pun sebenarnya kelanjutan dari blog saya sebelumnya yang ini -- click >>> blog.

selamat membaca.. semoga berguna yaa,, ^_^ dan terima kasih..

Tampilkan postingan dengan label rsia budhi jaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rsia budhi jaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Oktober 2018

This is the Big Day.. 15 Okt 2018

Sejak pukul 7.30 tadi pagi saya sudah diminta utk berpuasa oleh suster, karena rencana tindakan operasi SC akan dilakukan pkl 15.30 sore ini. 


Sepertinya asupan makanan yg masuk dalam tubuh memang sangat dibatasi, mengingat info dari suster bahwa sekitar 3 jam sebelum tindakan saya akan diberikan obat pencahar yang akan dimasukan melalui dubur.


Sejak tadi pagi suster sudah sempat mengecek Denyut Jantung Bayi, hasilnya sekitar 138 - 139. Menurut suster yg shift pagi, denyut bayi normal antara 120-160. Alhamdulillah berartj baui dalam kandungan saya sehat wal afiat. Bismillah. 


Sekitar pkl 9 pagi sy sempat di visit oleh dokter (sepertinya dokter umum), ia menanyakan beberapa hal seperti terkait kondisi fisik, apa yang dirasa dan sempat memeriksa apakah kaki saya bengkak atau tidak. Sambil menunjukkan kaki, saya sampaikan bhw ukuran kaki sy memang besar dan banyak yg menyangka bahwa kaki sy bengkak, tapi sy tidak merasa kaki sy bengkak. Kemudia tampak ibi dokter memegang kaki saya dan menyanpaikan bhw kaki sy menang tidak bengkak, walaupun terlihat besar tp kondisi ini tidak bengkak. Ia mengatakan kaki bengkak itu saat ditekan jari sang dokter akan tetap dan tidak kembali lg (mungkin maksudnya elastisitas kulit mungkin ya?, Jadi tidak elastis gt mungkin). Alhamdulillah. Saya jg sempat sampaikan ke dokter tsb bhw selain sy memiliki riwayat sulit utk diinfus, sy juga kemarin agak sulit saat akan disuntik bius spinal. Sy juga menyampaikan bahwa ada riwayat sulit dalam menyuntikkan bius spinal. Akhirnya sang dokter memeriksa tulang punggung saya dan berjanji akan menyampaikan hal tsb.


Sekitar pkl 10.30 tiba2 saya juga divisit  oleh dokter anestesi, dan Alhamdulillah terjyata dokter anestesi sy adalah dokter anestesi yg menangani operasinsc saya tahun lalu. Akhirnya saya menceritakan kronologis operasi sy yg lalu bahwa saya menghabiskan semua stok jarum yg disediakan utk pembiusan spinal saya, dan akhirnya jalan terakhir menggunakan jarum berwarna lain yang ukurannya lebih panjang. Menurut dokter anestesi yang menangani saya saat itu, sepertinya sy terlalu gemuk, jadi jarumnya tidak cukup panjang utk menembus lemak2 sy yg tebal hahahaha.. untungnya sang dokter anestesinya sangat ramah, sehingga saya tidak tegang walaupun mengalami 4 tusukan suntikan yg gagal dan 1 suntikan yg berhasil saat operasi lalu. Tadi saat visit pun ia juga sangat ramah dan mendengarkan apa2 yang menjadi perhatian sy. 


Sekitar pkl 12 sy didatangi lg oleh suster dan  diberikan obat pencahar melalui dubur. Sakit? Iya tentu saja tidak nyaman, tapi kan memang hrs dilalui ya.. ternyata obat pencahar itu sangat ampuh, tidak sampai setengah jam perut saya mulai bergejolak dan langsung BAB.


Sekitar pkl 13, sang suster datang kembali utk memeriksa tensi, suhu tubuh dan denyut jantung bayi menggunakan dopler. Alhamdulillah semuanya dalam kondisi baik. 


Tadi sy jg sampaikan ke suster bhw ada riwayat sulit dalam memasukan jarum infus, jadi mungkin perlu ekstra waktu utk pasang infus. Suster akhirnya menyampaikan, bisa jadi infus akan dipasang oleh dokter anestesi langsung bila dirasa sangat sulit.


Saat ini perkembangan persiapan operasi SC saya baru sampai disitu saja. Nanti setelah ada perkembangan lebih lanjut, sy akan uodste kagi ya... Mohon doanya semuaaa..



Cerita rencana kelahiran anak ke 2



14 okt 3pm

Masuk ke RS utk daftar ranap
Isi2 dokumen. Ada beberapa, ketentuan ranap, rekam medik (kyk kartu bahan karton warna merah ukuran a5), dan surat keterangan kelahiran.

Utk nama anak krn sampai saat ini belum diputuskan, jadi mah dikosongkan.

Setelah itu saya melakukan pembayaran deposito. Nominalnya sekitar 40% dari range harga tertinggi.

Setelah melakukan pembayaran deposit, diminta ke UGD utk melakukan tes fisik. Kebetulan lokasi UGD ada dilantai bawah, sehingga sy harus turun menggunakan tangga. Engap juga loh ternyata.

Begitu sampai di UGD, sy diminta berbaring dikasur kemudian ditensi dan ditanyai beberapa pertanyaan. Seperti: usia, kehamilan ke berapa, anak keberapa, usia kandungan, riwayat penyakit dan alergi dan masih banyak pertanyaan lainnya yg tidak bs sy ingat satu persatu. Setelah tensi dilakukan, saya diperiksa menggunakan dopler. Alhamdulillah denyut jantung bayi normal.

Selepas dari UGD, saya diminta langsung ke lantai 2, ruang rawat inap. Ternyata utk ke lantai 2, saya dan suami tidak perlu lagi naik menggunakan tangga, namun ada akses langsung keatas menggunakan lift. Alhamdulillah..

Setelah tiba di lantai 2, didepan lift langsung tampak kamar bayi dan ada beberapa keluarga yang berkerumun. Sepertinya ada yang baru saja melahirkan.. saya sendiri langsung diarahkan ke ruang rawat inap kelas 2 diujung ruangan.

Saat masuk, ternyata kamar masih kosong. Alhamdulillah masih bisa memilih tempat tidur.. setelah menimbang dan mrmpertimbangkan keinginan suami, kami akhirmya memilih tempat tidur yang dipojok ruangan agar ada sisa space kosong dipojok yg bs digunakan utk istirahat.

Sesaat setelah masuk, saya dipasangkan gelang 2 warna, pink dan kuning. Kali ini suster tidak menjelaskan arti 2 gelang ini, tapi krn saya sudah beberapa kali dirawat sehingga sy paham maksud 2 gelang ini.
Warna pink adalah tanda bhw sy adl perempuan, dan gelang kuning adalah tanda resiko jatuh.

Setelah memasahkan gelang, sy diberikan edukasi oleh beberapa suster ttg kamar rawat inap, beserta penjelasan apa2 saja prosedur yang akan sy lewati seperti:
Pencukuran rambut pubis, akan ada test alergi yang akan disuntik dibawah kulit, harus puasa makan dan minum 8 jam sebelum tindakan, tidak boleh makan terlalu berat, akan ada obat pencahar yang akan dimasukkan melalui dubur 3 jam sebelum tindakan, akan ada pemasangan infus 1 jam sebelum tindakan (namun utk hal ini, krn sy ada riwayat agak sulit dalam proses infus, maka akan dilakukan 2 jam sebelumnya) dan mungkin ada beberapa info lainnya yg mungkin agak terlewat dalam ingatan saya. Setelah semua penjelasan selesau, kami diminta utk menandatangani.

Setelah penjelasan dilakukan, akhirnya seorang suster memulai satu prosedur yaitu mencukur bulu pubis. Akhirnya 1 prosedur terlewati

Sekitar pkl 16.45, makanan sudah mulai diantar. Kali ini makanannya enak. Nasi tim, ikan tepung asam manis, kroket kentang keju ayam, sup ayam dan buah pepaya.. semua lauk habis tdk tersisa. Hanya tersisa nasinya sj setengah.

Sampai saat ini pkl 17.21, belum ada tindakan lain yang dilakukan. Nanti setelah ada prosedur lain, sy update lagi yaaa