Dear Readers...

Dear Readers...
Sebelumnya makasih banyak-banyak buat semua yang udah sempetin mampir ke blog ini,, sebenernya entah apakah blog ini bisa berguna atau ngga buat teman-teman semua atau ngga,, soalnya yang saya tulis disini cuma sekedar apa-apa yang saya pikirin dan rasain,, :) Blog ini pun sebenarnya kelanjutan dari blog saya sebelumnya yang ini -- click >>> blog.

selamat membaca.. semoga berguna yaa,, ^_^ dan terima kasih..

Sabtu, 30 Juni 2018

Perjalanan selepas Subuh


Ini penampakan stasiun Klender Baru saat ini. Setelah sekian purnama, baru kali ini aku menginjakkan kaki kembali ke stasiun ini.


Ternyata banyak yang berubah. Dari pintu masuk yang posisinya agak berada di tengah. Gate utk pass kartU berada di sebelah kanan. Dari situ, awalnya aku agak bingung krn bagian dalam stasiun sepertinya msh di renovasi, jadi jalanannya agak kecil. 


Tadi saat aku tiba di Stasiun pkl 05.01, dan Alhamdulillah sudah ada petugas yang mengarahkan. Paling tidak, sudah tidak terlalu bingung.

Belum tiba kaki dipijakkan di Peron, ternyata info dari speaker bahwa kereta tujuan Jakarta Kota akan segera masuk di jalur satu. Pengumuman itu terdengar jelas, bahkan sang petugas yg membantu aku menyeberang sempat berteriak

"Bu.. ayo bu.. itu keretanya bu.."

Ingin rasanya saat itu aku berlari, namun mengingat perut yang sudah semakin membesar, akhirnya aku urungkan dan diganti dengan berjalan cepat. Alhamdulillah masih sempat..   

Ini perjuangan Bu Ibuuu...hehehee

Saat naik kereta subuh yang dalam bayanganku masih kosong, ternyata salah besaarr.. hampir semua bangku terisi penuh. Bahkan aku harus meminta seorang mbak2 utk bergeser merapatkan duduknya krn ia tidur ditengah2 bangku.



Kebetulan aku duduj digerbong khusus wanita. Lain cerita kalau di gerbong umunnyang penumpangnya mayoritas sudah berdiri. 


Demikian dulu ceritaku pagi ini. Sekedar info, aku saat ini sedang naik kereta Bekasi - Jakarta Kota, tadi naii di Klender Baru dan akan turun di St. Gondangdia 


Udahan dulu ya.. kereta sudah sampai Manggarai nih setelah sempat tertahan sinyal masuk Jatinegara sekitar 15 menit.

Jumat, 20 April 2018

Pengikatan mulut rahim ke- 2


Hari ini 20 April 2018 aku kembali masuknke ruang operasj yang dingin itu. Hari Senin lalu, dokter kandunganku mengatakan bahwa aku harus segera malajukan operasi ikat mulut rahim (sherocard), lagi.. iya lagi.. krn tahun lalu akupun melalui rangkaian prosedur yang sama. Hari itu juga aku diminta utk melakukan cek darah agar besok bisa bertemu dgn dokter penyakit dalam dan mengatur jadwal operasi. "Harus segera" aku ingat dokter itu mengatakan. 


Memang dihasil usg terlihat rahimku sudah mulai sempit dan kecil, hasil usg nya berbeda dgn hasil 2 minggu lalu. Dokter khawatir bila ditunda lagi, usia kandunganku semakin besar dan tidak dapat dilakukan tindakan pengikatan lagi. Diperkirajan 


Hari Selasa, aku kembali ke RS utk mengambil hasil Lab darah dan melakukan EKG (rekam jantung). Setelah semua hasilnya keluar, dokter internist yang ternyata belum pulang hny karena menunggu ku akhirnya memeriksa dan menanyakan beberapa hal terkait persiapan pelaksanaan operasi. Pemeriksaan selesai, hasilnya Alhamdulillah kondisi ku cukup baik utk operasi. 


Saatnya pengaturan jadwal operasi. Singkat cerita tindakan dilakukan pada Junat 20 April 2018. Hari ini. Alhamdulillah tindakan sudah selesai dilaksanakan tadi pagi, dimulai sekitar pkl 7 pagi dan selesai kurang lebih dalam 30 menit. Sebelum tindakan, aku diminta utk puasa dari pkl 9 malam. Puasa total, termasuk tidak minum air putih. Lapaaar...


Pagi ini, pkl 3.30 para perawat sudah mulai berdatangan utk mempersiapkan turun ke kamar persiapan operasi. Rencananya mau pasang infus di kamar rawat, tapi setelah berusaha sekitar 15 menit, akhirnya oara suster emmyerah dan memilih utk menyerahkan pemasangan infus saya di ruang persiapan operasi. Penggantian baju operasi sudah dilakukan, kemudian aku turun ke lantai 2 menggunakan kursi roda.


Ternyata usaha memasang jarum infus ditanganku itu tidak semudah perkiraannnya. Total 4x tusuk jarum, yang berakhir ditusuk pada tangan kanan. Alhamdulillah akhirnyaa.. 


Rencana operasi yang dijadwalkan pkl 5.00 pagi akhirnya harus diundur karena ada pasien lain yang harus ditangani segera. 


Sekitar pkl 6.30 saya mulai disiapkan diruang operasi. Dipintu depan ruangan, tertulis OK2, entah apa artinya. Ruangan itu dingin, sangat dingin. Setelah diminta tiduran di kasur yang diatasnya ada lampu operasi yang ukurannya besar, alat oengukur tensi otomatis dipasang di lengan atas sebelah kiri. Terasa alat tersebut otomatis mengukur tensi tiap beberapa menit sekali, dan hasilnya langsung terlihat dilayar monitor sebelah kanan. Alhamdulillah tensinya normal.


Sambil menunggu tindakan anestesi, susterpun meminta saya agar agak maju ke depan agar kakinya bisa terpasang di sanggahan kaki. Kemudian saya jg masih ingat saat kaki saya mulai dibungkus agar tidak dingin katanya. Sebenarnya si perawat ada yang bilang agar tidak dingin, ada yang bilang agar steril. Yah apapun itu ikuti saja.


Sebenarnya suntikan anestesi sudah siap dari sejak alat tensi terpasang, namun sang dokter anestesi menunggu dokter kandunganku tiba agar tindakan anestesi dapat dilakukan persis sebelum tindakan operasi dilakukan "biar obat biusnya ngga make banyak" begitu kata dokternya saat itu.


Tak lama terlihat wajah dokter kandunganku yang sedang nempersiapkan diri, dan disusul dokter anestesi yang mulai menyuntikkan cairan berwarna putih susu melalui jarum infus. Tidak lama, mungkin hanya sekian detik kepalaku mulai melayang. Aku hanya ingat memulai membaca alfatihah dalam hati dan sudah tidak sadar sebelum surat tersebut selesai.


Terbangun saat sudah berada diruang pemulihan. Pukul 7.30 saat itu aku lihat jam dinding dikamar. Suster sempat mengatakan bahwa ternyata ada polip dan sudah diambil sekalian oleh dokter saat tindakan tadi. Aku hanya meng-iyakan dan kemudian istirahat kembali.


Pukul 9.15 saya dipersiapkan utk kembali ke kamar perawatan. Dengan kateter yang masih terpasang dan baru bisa dilepas besok pagi, dan masih dalam keadaan bedrest hingga saat ini.


Senin, 16 April 2018

Cerita lalu

Kisah itu bermula saat beberapa bulan aku menikah, waktu itu bulan Maret 2015. Pada bulan itu ternyata aku positif hamil, senang bahagia, bersyukur. Namun diwaktu yang sama badanku merasa sinyal2 tidak sehat, demam, pusing, mual, yang awalnya kupikir merupakan tanda2 masuk angin dan belakangan baru kusadar bahwa itu adalah tanda2 awal kehamilan.

Kehamilanku saat itu ternyata tidak semulus perkiraanku, Mei 2015 dokter menyarankan utk Kuret karena janin yg ada didalam kandunganku tidal berkembang. Usia janin yang seharusnya berumur 9 minggu masih berukuran 7 minggu. Mencoba mencari dokter lain sebagai second opinion ternyata tidak mengubah keadaan dan membuatku mendapat alasan yang lebih jelas ttg alasan harus dikuretnya kandungan berusia 2 bulan ini.

"Kandungan nya sudah banyak yang lepas dari dinding rahim pak.. sudah lebih dari 50%. bapak lihat, ini yang masih ada aliran darahnya, masih melekat dengan dinding pak, yang ini sudah tidak ada aliran darahnya, sudah lebih banyak dari yang masih ada. Aliran darah ini ibaratnya jalur makan pak..nanti asupan makanannya akan kurang"

Setelah mendapat jawaban yang sama dari dokter kedua akhirnya memang ternyata kuret adalah keputusan terbaik dalam kondisi ini. Sedih, marah, kecewa, takut, ya semua campur aduk saat itu. Tapi aku harus kuat, aku harus tetap semangat.

Ternyata proses kuret itu tidak semudah yang kubayangkan dan sesederhana seperti semudah perkataan dokter. Aku mengingat jelas saat itu aku harus menginap 1 hari sebelumnya utk melakukan tindakan pemasangan laminaria utk membuka jalan lahir agar mempermudah proses kuret dilakukan. Aku juga ingat betul pemasangan kateter yang dilakukan tanpa dilakukan bius. Awalnya menurut dokter, idealnya laminaria dipasang tanpa melalui proses anestesi. Tapi ternyata aku tidak bisa melewati proses itu dan dokter merelakan agar aku dapat di anestesi utk tindakan. Aku juga masih ingat saat dokter anestesi dengan nyinyir nya mengatakan
"Bu.. kalau pasang ini mah harusnya ngga usah dibius bu.. tahan aja.. sakit dikit doang"
Dokter obgyn yang kala itu mungkin mengetahui ketakutanku hanya senyum dan mengatakan
"Kasian dia kesakitan. Yuk..yukk.. ngga papa yuuk"
Dan seketika aku tertidur..

Saat bangun, aku sudah kembali keruang observasi. Dingin, tdk enak, sakit, sangat tidak enak. Menurut suster rasa tdk enak itu krn ada laminaria yg masuk dan sdg proses membuka jln lahir utk tindakan kuret besoknya. Besoknya.. iya.. aku hrs menahan sakit ini hingga besok, sampai semuanya selesai, sampai tindakan benar2 dilakukan. Takut, sedih, sakit, saat itu semua rasa menjadi satu. Hanya doa dan harapan yang saat itu menjadi penguat.

Akhirnya the Big Day.. kembali saya masuk keruang operasi, kemudian di anestesi total, tertidur pulas dan terbangun kembali di meja operasi. Semua sudah selesai, namun rasa tidak nyaman masih ada, memang tidak separah kemarin. Dan belakangan baru aku tahu itu rasanya menggunakan kateter.. rasanya seumur2 tak mau lagi aku menggunakan alat itu.. walaupun akhirnya belakangan  harus sekian kali aku lagi dan lagi menggunakannya.

Setelah kateter dilepas, barulah aku merasa lebih baik. Sudah mulai bisa berjalan, beraktivitas. Saat dirawat beberapa hari itulah aku mulai berkenalan dengan suasana rumah sakit, mulai melihat bagaimana suasana melahirkan, normal, sectio, bagaimana mereka menangani bayi2 mereka.

Krn saat itu aku dirawat dikelas 3 yang jumlah tempat tidurnya ada banyak, aku ingat ada salah satu ibu2 baru saja melahirkan dan bayinya sedang room-in(ada didalam kamar) dan saat itu merupakan jam besuk. Saat itu tiba2 saja bau rokok menyeruak didalam kamar, aku saja yang saat itu tidak punya bayi rasanya khawatir, bagaimana perasaan mereka yang bayinya baru saja lahir..? Sepertinya ada salah satu penjenguk yang tidak paham, mungkin sebelum naik ia sempat merokok dibawah. Mungkin ia tidak paham bahwa bau rokok itu mengganggu kami, dan para bayi tentunya. Setelah kejadian itu aku berbisik ke suami, bertekad saat hamil nanti dan melahirkan, aku berdoa agar diberikan rjeeki lebih agar tdk mengalami kejadian seperti ini.

Akhirnya setelah beberapa hari aku diperbolehkan pulang dan beristirahat dirumah. Jangan tanya kondisi mentalku saat itu. Rasanya enggan masuk kantor utk menjawab satu persatu semua pertanyaan yang muncul nnt.. ya.. itu cukup me
Membuatku trauma..takut menghadapi kehamilam sebelum melewati 9 minggu..
Hingga saat ini..

Bersyukur aku memiliki suami yg luar biasa sabar dan membantuku melewati ini semua. Entah tanpa semangat dan doa nya, mungkin aku sudah putus asa. Dengan suami akhirnya aku pelan2 berani melangkah hari ke hari, dengan penuh harapan hingga akhirnya 3 tahun kemudian baru kami kembali diberikan kepercayaan kembali. Akhirnya Alhamdulillah pd Januari 2019 aku hamil kembali utk ke dua kalinya...

Hello boys..


I love you both.. 

Minggu, 02 Juli 2017

How can I not love you..

Bagaimana aku tidak mencintaimu..
Kamu yang ada disini.. saat aku jatuh, berdiri dan berlari..
Saat aku bahagia dan terluka..
Kamu tetap setia menggenggam erat tangan ini..

Walau sulit.. pahit..
Dan aku yang terkadang goyah akan keadaan..

Kamu tetap menguatkan aku..
Bahwa semuanya akan baik-baik saja..

Untuk kamu suamiku..

Jumat, 30 Juni 2017

Info Klinik Kehamilan Sehat saat libur lebaran

Baru saja selesai menelepon kehamilam sehat Duren Sawit utk menanyakan apakah hari ini Klinik KS beroperasi atau tdk.

Setelah dikonfirmasi, ternyata Klinik KS hari ini belum buka krn libur lebaran. Klinik baru kembali beroperasi besok pagi seperti biasa.

Setelah konfirmasi waktu buka klinik, saya mencoba bertanya mengenai prosedur dan biaya kontrol dan berobat disana. Ternyata utk melakukan usg 4D, kita bisa melakukan pendaftaran utk kontrol seperti biasa. Nanti saat diperiksa bisa sekalian di usg 4D. "Waahh bisa sekalian" pikir saya tadi.

Untuk biaya dan jenis-jenis USG nya, saya coba memperjelas kembali. Ternyata ada 3 jenis USG 4D yang tersedia bagi pasien baru:

1. Periksa + USG 4D Print BW
Rp 180.000,-

2. Periksa + USG 4D Print Warna
Rp 230.000,-

3. USG Ekslusif 4D (dapat CD dan print BW 3 lembar)
Rp 415.000
Ketentuan:
a. Usia kandungan dibawah 29 minggu. Diatas usia tsb, sdh tdk bisa krn ruang gerak bayi semakin sempit
b. Harus dengan perjanjian paling lambat 3 hari sebelumnya, mengingat Klinik KS hanya menerima USG 4D ekslusif 1x/hari

Demikian informasi ini saya share, semoga bermanfaat bagi siapapun yg membutuhkan.

Hasil komunikasi pada 30 Juni 2017 pkl 12.00
Klinik Kehamilan Sehat Duren Sawit
Tlp: 081293309320

Kamis, 22 Juni 2017

Jatuh cinta lagi..

Jatuh cinta lagi..
tiba-tiba saja lagu Rio Febrian menyeruak ingatanku kembali. Siapa yang tidak tahu lagu Rio Febrian yang memiliki penggalan bait tersebut..

"Mungkin memang.. benar aku yang salah.. kusadari, kuakui, kujatuh cinta lagi"
 tapi kembali aku selami penggalan lagu tersebut, apa iya? apa memang benar aku yang salah?
sadarkah kita semua bahwa dari zaman dahulu kala kita dihadapkan pada kondisi berkali-kali jatuh cinta dan melupakan cinta sebelumnya?

ingatkah kita saat dulu, Ibu kita menjadi satu-satunya orang yang paling kita cintai didunia?
kemanapun kita pergi, harus ada mamah, saat pulang kerumah yang dicari pertama pasti mamah.. siapa disini yang tidak menyukai masakan mamah dirumah? tidak ada..
sesering-seringnya kita memutuskan untuk makan diluar (re: jajan), tentu saja makanan mamah memang menjadi nomor satu di lidah kita yang sudah dibiasakan dari zaman bayi dulu.

beranjak dewasa, perlahan kita mulai mengesampingkan perasaan cinta kita dari Ibu, kita mulai memiliki kawan, bermain, sering pulang sore, malam bahkan tidak pulang. Lebih cinta mana kita, Ibu atau kawan saat itu?

semakin dewasa kita semakin lupa akan cinta Ibu dan Teman-teman kita dulu, ada Pekerjaan yang mulai kita cintai, yang kita pantengi dari pukul 08.00 - 16.00 setiap harinya, bahkan tak jarang hingga pukul 21.00 dan kembali lagi dipagi hari. Kemana cinta kita pada Ibu saat beliau meminta bantuan? kemana cinta kita pada teman-teman dahulu saat minta waktu untuk berkumpul sekedar ingin berbincang?

Sampai akhirnya kita merasa menemukan cinta sejati, pasangan hidup dan akhirnya menikah. apa iya ini cinta sejati kita? apa tidak akan ada lagi cinta-cinta selanjutnya?

ternyata cinta memang sudah dari sananya datang silih berganti. Timbul dan tenggelam, kadarnya meningkat dan menurun tergantung dimana posisi kita saat itu.

ya, saat ini aku jatuh cinta lagi, pada calon anakku yang saat ini berusia jalan 7 bulan di kandungan. Melihatnya ada didalam sana membuatku terharu. Merasakan gerakannya tiap malam membuatku tak berani terlalu berharap. Jatuh cintaku hanya kupasrahkan kepadaNya, sama seperti cinta-cinta sebelumnya, jodoh tidak akan tertambat tanpa izinNya

jadi apa iya selalu kita yang salah saat kita jatuh cinta lagi? entahlah...